fbpx

Kenangan Masa Kecil di Tepi Sungai Borneo

Published by Elvin Iswandy on

Pinggiran sungai adalah rumah bagi setiap kenangan anak anak yang berasal dari borneo
Sungai arut
Sungai Arut Borneo

Di sinilah kami bermain dan bercanda seperti anak pada biasanya. Begitu banyak kenangan yang tersimpan di tepian sungai borneo.

Bagi saya seorang perantau sungai ini lah yang menjadi obat rindu yang saya tunggu tunggu.

Satu tahun berlalu tiba saatnya untuk berkumpul kembali di kampung halaman pangkalan bun.

senang rasanya bisa berkumpul kembali, Ketika keluarga dan sahabat saling bertemu dan bercerita tentang masa masa di waktu kecil.

Tepat pukul 11 siang kami memutuskan untuk melakukan perjalanan untuk mengenang kembali memori masa kecil kami dengan menelusuri sungai arut  yang menjadi saksi akan masa kecil kami.

Dengan berbekalkan uang 50 ribu rupiah kami pergi menyewa perahu transportasi traditional masyarakat pangkalan bun. Yaitu getek

Panasnya matahari yang terik tidak melemahkan semangat kami untuk menelusuri sungai itu. Canda tawa teman teman yang ada di perahu memberi kebahagian yang sangat luar biasa indahnya.

Ketika menjelang sore kami menghampiri sebuah pondok kecil di atas air.

Keramba
Masyarakat terdekat menyebutnya Keramba”  keramba adalah tempat pembudidayaaan ikan yang berada di atas sungai arut di borneo.

Di sinilah kami bertemu dengan Pak londo seorang pria yang memiliki keramba tersebut

Pak londo sangat senang ada tamu yang mengunjunginya. Ketika itu kami hanya berencana beristirahat sebentar.

Tapi pak londo memberi keramahan warga masyarakat borneo dengan mengajak kami untuk makan siang Bersama.

Kemudian kami bergotong royong untuk membuat makan siang tersebut. Pada kala itu pak londo menyediakan makanan dengan tema Ikan bakar nilla dan sayur asam.

Keramba Sungai Arut

Begitu nikmat hidangan yang di sajikan oleh pak londo membuat rasa rindu kami akan kampung halaman terobati.

Sungai Arut
Matahari sore mulai terbenam. Kami memutuskan untuk bermain layaknya anak kecil di sekitaran keramba pak londo.

Sambil melihat terbenamnya matahari kami akhiri perjalanan kami dan memutuskan untuk pulang ke rumah. Tidak lupa berterima kasih ke pak londo yang telah memberikan keramahan tamahan yang sangat membuat kami begitu senang.

Baca juga artikel lainya : ANAK GARUDA: Kisah Sukses yang Berliku

 


0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *